Categories: Headline, Uncategorized


MATARAM, KOMPAS.com – Terusik dengan munculnya isu penjualan Gili Nanggu, yang berada di kawasan Sekotong, Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat, Bupati Lobar, Zaini Arony, Senin (10/9/2012) memanggil pihak PT Istana Cempaka Raya (PT ICR) untuk memberikan klarifikasi kemunculan iklan penjualan Gili Nanggu di situs www.privateislandsonline.com.

“Berkali-kali saya ditelepon oleh Menteri Perikanan dan Kelautan yang meminta penjelasan kenapa sampai ada isu penjualan Gili Nanggu,” kata Zaini Arony usai pertemuan dengan pihak PT ICR di Mataram.

Pihak PT ICR yang diwakili langsung oleh Komisaris Utama, Sasmito dan General Manajer, Yusuf menjelaskan kepada bupati bahwa mereka sama sekali tidak pernah berniat menjual Gili Nanggu. “Tawaran dari berbagai pihak yang ingin ikut mengelola sebagian Gili Nanggu sudah sering kami terima, akan tetapi kami memutuskan untuk mengelola sendiri Gili Nanggu,” kata Sasmito.

Sementara itu GM PT ICR, Yusuf menjelaskan sejumlah kejanggalan data Gili Nanggu yang dimunculkan dalam situs www.privateislandsonline.com antara lain luas Gili Nanggu yang disebut hanya 4,9 hektare sementara luas sebenarnya adalah 12,3 hektare. “Gili Nanggu juga disebut berada di Laut Bali, padahal posisi gili ini ada di perairan Selat Lombok,” kata Yusuf seraya menjelaskan bahwa isu penjualan pulau ini memang bukan yang pertama kali.

Menyikapi klarifikasi pihak PT ICR, Bupati Zaini Arony menegaskan bahwa isu penjualan pulau itu tidak benar adanya. “Kalaupun PT ICR akan menjual Gili Nanggu, saya tentu tidak akan mengizinkan,” tegas Zaini.

Agar kejadian serupa tidak terulang, Bupati Lobar mendesak pihak PT ICR untuk melayangkan tuntutan kepada pengelola situs www.privateislandsonline.com. “Saya minta agar PT Istana Cempaka Raya menuntut situs yang mengiklankan penjjualan pulau itu,” kata Zaini.

Menurut Zaini, kemunculan iklan penjualan pulau itu dinilai meresahkan banyak kalangan.

http://regional.kompas.com/

One Response to “Bupati Lobar Desak PT ICR Tuntut Situs Penjual Gili Nanggu”
Read them below or add one

  1. sangat disayangkan sekali kalau harus ada pulau kita yg diperjual belikan seperti itu

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.

*